Tinjauan motivasi dalam perspektif pendidikan islam

Pendidikan memiliki hubungan yang sangat erat dengan psikologi. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Maksudnya, pendidikan adalah proses panjang untuk mengaktualkan seluruh potensi diri manusia sehingga potensi kemanusiaannya menjadi aktual, sehingga manusia tersebut akan menjadi manusia yang sebenarnya. Dalam proses mengaktualkan potensi manusia itu diperlukan pengetahuan tentang keberadaan potensi, situasi, dan kondisi lingkungan yang tepat untuk mengaktualkannya. Pengetahuan tentang diri manusia dengan segala permasalahannya akan dibicarakan dalam psikologi.

Demikianlah eratnya hubungan antara psikologi dengan pendidikan. Salah satu topik yang dibahas dalam masalah psikologi adalah tentang motivasi. Motivasi menjadi sangat penting karena setiap perbuatan manusia adalah memiliki motivasi yang melatar belakanginya. Manusia dalam pandangan Islam, memiliki potensi luhur yang merupakan anugerah Allah kepada manusia, yaitu potensi ” fitrah ” dan “al-ruh”. Kedua potensi luhur ini tidak terjamah oleh psikologi barat. Di sisi lain, pendidikan Islam, pada hakikatnya, adalah proses aktualisasi kedua potensi luhur itu. Berdasarkan itu, sudah saatnya pendidikan Islam memiliki landasan psikologis yang islami juga.

Seperti yang dijelaskan dimuka bahwa psikis manusia dalam Alquran dijelaskan terdiri dari tiga aspek yaitu jismiah, nafsiah, dan ruhaniah. Dalam ketiga aspek itu dijelaskan mempunyai kebutuhan-kebutuhan dan daya-daya jiwa yang pada akhirnya menuntut untuk dipenuhi dan diaktualisasikan. Jadi bisa disimpulkan bahwa semua tingkah laku manusia berputar-putar pada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *